Konflik Agraria PT BMM Dan Masyarakat Adat, Sahdana Angkat Bicara

SigerNews.com Blambangan Umpu –Konflik agaria PT BMM melawan masyarakat adat kampung Gunung Sangkaran, Kecamatan Blambangan Umpu yang terus berlangsung mendapat sorotan serius dari anggota Komisi I DPRD Propinsi Lampung .

Anggota DPRD Propinsi Lampung daerah Pemilihan 5 Waykanan Lampung Utara, Sahdana SPd, meminta kepada pemerintah dan DPRD Waykanan tidak cuek melihat perseteruan masyarakat adat Kampung Gunung Sangkaran dengan PT BMM Yang berlokasikan di kecamatan Blambangan Umpu yg terus berlangsung hingga saat ini.

Dikatakan Sahdana, sebagai mantan anggota DPRD Waykanan 3 Periode, dirinya cukup mengetahui apa yang menjadi alasan Eeng cs sebagai masyarakat adat Kampung Gunung Sangkaran terus mempersoalkan keberadaan PT BMM di wilayah Kampung mereka. karena, dilihat dari peta pemerintah dan keterangan tokoh-tokoh adat baik lisan dan tertulis, saat ini PT BMM menguasai dari pada hak Ulayat Kampung Gunung Sangkaran. melihat data-data yang ada, Sahdana mengatakan, tidak ada alasan bagi Pemerintah dan DPRD Waykanan terus berdiam diri. karena, dirinya tidak ingin konfilik berdarah seperti daerah lain terjadi di daerah pemilihanya tegasnya kepada wartawan kemarin 27/3.

Sementara, dari pantauan wartawan ini di lapangan, pendudukan lahan terus di lakukan oleh masyarakat adat Gunung Sangkaran di wilayah kampung Gunung sangkaran yg di caplok oleh PT BMM.

Juru bicara Masyarakat Adat Gunung Sangkaran, Eeng Saputra, membenar kan bila mana aksi pendudukan lahan sudah berlangsung 1 tahun lebih mereka lakukan “dengan kesepakatan bersama dan hal ini kami lakukan karena sudah banyak Kebohongan yg di lakukan oleh PT BMM pada kami” ungkap Eeng.

Lebih lanjut Eeng Meminta agar pemerintah dan DPRD Waykanan tidak berdiam diri melihat persoalan ini , dirinya juga berharap masyarakat adat Gunung Sangkaran mendapat pembelaan dari pemerintah daerah dan DPRD Waykanan.
(Deni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *