Pasca Diamuk Warga, PLN Lampung Evaluasi Kinerja Pelayanan UP3 Metro

SigerNews.com METRO – Pasca diamuk warga, Manager Komunikasi PT PLN Persero Unit Induk Distribusi (UID) Provinsi Lampung mendatangi kantor PT PLN Persero UP3 Metro, Jumat (19/3/2021).

Kedatangannya beserta tim tersebut guna mengevaluasi dan mengklarifikasi prihal pelayanan yang dikeluhkan masyarakat.

Manager Komunikasi PT PLN Persero UID Lampung, Junarwin mengungkapkan, insiden mengamuknya kepala Kampung Sungai Burung bersama perwakilan warga Dusun Sungai Palembang, Desa Pendowo Asri, Kec. Dente Teladas, Kab. Tulang Bawang ke kantor PT PLN Persero UP3 Metro merupakan persoalan serius yang harus diselesaikan.

“Kemarin itu mungkin ada mis komunikasi, makanya kami kesini untuk mengevaluasi. Ada persoalannya itu dimana, jadi ternyata kemungkinan mereka tertunda pemasangannya. Dan hari ini kita tuntaskan, kemarin malam pun 59 unit sudah dibawa, dan yang 79 unit masih dalam proses,” kata dia, Jumat (19/3/2021).

Ia mengaku telah menerjunkan tim teknis untuk melakukan proses pemasangan instalasi kWh harapan masyarakat di Kecamatan Dente Teladas.

“Makannya hari ini kita terjunkan langsung tim untuk berangkat kesana, untuk menyelesaikan yang 59 unit sambil menunggu proses yang 79 unit, seiring diproses untuk dipasang secepatnya,” ujarnya.

Junarwin juga membenarkan bahwa pihaknya telah menerima uang yang dibayarkan masyarakat untuk setiap unit kWh meter. Meski begitu, proses pemasangan membutuhkan waktu dan melalui mekanisme yang ada.

“Kalau urusan antara calon pelanggan dengan PT Ali Sinergi itu diluar kapasitas kami, karena memang ikatan hukumnya kami tidak ada. Kami ada ikatan hukum dengan calon pelanggan. Jadi meskipun PT Ali Sinergi yang membayarkan, maka kami tidak serta Merta menghubungi PT Ali Sinergi. Kami akan survey ke lokasi calon pelanggan kemudian secara teknis dan memenuhi syarat kami akan pasang,” bebernya.

Ia juga membeberkan bahwa proses permohonan hingga pemasangan paling cepat lima hari. Jika ada keterlambatan pemasangan merupakan masalah teknis yang kerap dialami PLN.

“Kalau dengan kondisi seluruhnya lengkap, semuanya ada, itu seharusnya sekitar 5 hari sudah mendapatkan kWh sejak dia setor. Jadi kadang-kadang pengadaan itu dari pusat, dari pabrik itu kita rencanakan untuk triwulan pertama ini di Lampung umpamanya 10 ribu, kemudian pertumbuhan pelanggan ini melampaui daripada 10 ribu, sementara pabrik itu sendiri tidak hanya untuk di Lampung. Sehingga itulah yang berdampak pada keterlibatan waktu pemasangannya,” jelasnya.

Meski begitu, insiden kepala kampung dan warga Dente Teladas yang mengamuk di kantor PT PLN Persero UP3 Metro merupakan catatan evaluasi bagi PLN yang harus dibenahi.

“Dalam hal ini ada rekan-rekan yang mungkin dalam prosesnya di unit-unit itu sosialisasinya kurang, komunikasinya tidak sampai ke masyarakat sehingga kondisinya jadi mis komunikasi. Tentunya ini menjadi catatan evaluasi bagi kami,” tandasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *