Stafsus Ketum PSSI Sebut ada Kepentingan Terselubung, Terkait Pernyataan IPW Soal Piala Menpora

SigerNews.com JAKARTA — Staff Khusus Ketua Umum PSSI Andhika Arrafat Syarif menilai pernyataan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane terkait penyelenggaraan Piala Menpora 2021. Dicurigai adanya kepentingan terselubung, mengingat kritikan IPW itu sangat tendensius tanpa dasar keahlian profesi dan terkesan provokatif.

Andhika menegaskan, IPW adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang
menyoroti kinerja Polri bukan Olahraga terlebih Sepak bola. Alasan IPW yang menilai pemberian izin Kapolri melanggar status pandemi Covid 19 tidak beralasan mengingat IPW bukan kumpulan ahli Covid 19

Dia menyatakan PSSI telah bekerja sama dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB), Kemenpora dan Kepolisian untuk menyiapkan aturan saat digelarnya Piala Menpora 2021.

“Provokasi Neta S. Pane sangat tendensius untuk Piala Menpora yang akan digelar pada tanggal 21 maret 2021 nanti merupakan gelaran Pra Kompetisi sebagai uji coba menuju Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dengan persyaratan sukses dalam penyelenggaran dan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yg ketat, dan tetap mengacu serta berpedoman kepada Prokes standard FIFA, AFC dan PSSI dimana pelaksanaan Kompetisi tanpa penonton dan tanpa acara nonton bareng. Selain itu, para Pemain, Official, serta Petugas Keamanan telah mengikuti program Vaksinasi,” ujar Andhika dalam rilis yang diterima sigernews.com.

Menurut Andhika program Menpora ini untuk menghidupkan cabang olahraga di tengah pandemi covid-19 dan meningkatkan perekonomian masyarakat baik secara makro maupun mikro. PSSI , PT LIB, Kemenpora dan kepolisian juga sepakat mengedepankan protokol kesehatan sebelum bertanding.

Ditambahkannya, Turnamen ini sangat dirindukan masyarakat pecinta bola yang selama pandemi tidak menyaksikan kompetisi di Indonesia. Pelaksanaan kompetisi pada masa pandemi kali ini akan memberikan dampak positip lain, yakni:

1. Sangat jelas membantu pemerintah dalam upaya menyehatkan masyarakat, dimana dengan para pelaku sepak bola bahagia, maka akan menjadi salah satu trigger meningkatkan auto imun, apalagi sudah dilaksanakan Vaksinasi.

2. Membantu pemerintah untuk pelaku sepak bola menuju new normal ditengah pandemi Covid19, karena banyak tatanan yang akan dilakukan seperti: 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas serta interaksi). Kemudian 3 T ( testing, tracing dan treatment ).

3. Membantu upaya pemerintah dalam hal memulihkan perekonomian, mengapa? Karena para pelaku sepak bola, keluarga, UMKM, dan masyarakat akan memiliki peningkatan kehidupan ekonomi yang lebih baik.

4. Daya tarik sepak bola yg luar biasa akan mengalihkan perhatian masyarakat ke aktivitas sepakbola dari berbagai macam sudut pandang, artinya bisa melupakan sejenak kegaduhan politik.

5. Aktivitas sepakbola dapat meningkatkan prestasi, dimana sebagai perbandingan di Negara Eropa dan tetangga dengan masalah yang sama, sepak bola tetap digulirkan namun dengan Protokol Kesehatan yang ketat dan sampai kini kompetisi tetap berjalan dan tidak menjadikan kluster baru dalam sepakbola.

Lanjutnya, sebagian masyarakat pecinta bola merasa heran atas sikap dan pernyataan IPW, apakah bermaksud baik atau ada maksud lain mengingat permasalahan yang disampaikan berbeda-beda, berubah-ubah dan cenderung memprovokasi sehingga berdampak negatip bagi perkembangan dan kemajuan Persepakbolaan Nasional.

“Kebencian IPW kepada Kepengurusan PSSI jangan mengorbankan sepak bola Tanah Air, jadi apa kompetensi Neta S Pane menghebuskan berita yang bersifat provokatif tersebut, Dan siapa yang akan diuntungkan atas pernyataan tendensiusnya itu,” tegas Andhika.

Sebelumnya, Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane mengkritik Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Menpora. Dia meminta keduanya bertanggung jawab jika terjadi klaster baru Covid-19 akibat dikeluarkannya izin kompetisi musim 2021. (Rilis/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *