Jika Terpilih, Mufti: Pastikan Pejabat Dinas Saat Ini Jangan Kwartir Tidak Akan Diroling

SigerNews.com METRO – Calon Walikota Metro Ahmad Mufti Salim (AMS) akan menjamin pemerintahan yang bersih dan terbuka. Clean governance dan good governance bukan hanya isapan jempol, akan diterapkan dengan sebaik-baiknya. Akan diwujudkan secara nyata. Mufti tidak punya beban masa lalu, tidak memiliki usaha atau bisnis yang berkaitan dengan pemerintahan atau swasta, serta tidak memiliki kerabat yang menjadi ASN.

“Alhamdulilah Allah memudahkan saya untuk berkomitmen tidak akan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Dimana saya tidak memiliki usaha atau bisnis yang akan membelenggu saya dalam menentukan arah kebijakan. Selain itu, keluarga juga tidak ada yang ASN. Saya punya kerabat ASN tapi sudah di kementerian, kecil kemungkinan akan ke Metro. Istri juga sekarang lagi menempuh S3, jadi memang tidak fokus untuk jabat-jabatan,” ujar pria yang akrab disapa Mas Mufti di hadapan teman-teman media di Warkop WAW Metro, Jumat (16/10/2020).

Mufti juga memastikan kepada pejabat di dinas saat ini, tidak perlu khawatir akan dirolling. Karena menurut Mufti, selama enam bulan pasca dilantik merupakan waktu bagi para pejabat untuk menunjukan kinerja terbaiknya untuk melayani masyarakat. Pesan Mufti hanya satu, yakni upgrade pengetahuan pejabat mengikuti perkembangan teknologi dan semua ilmu pengetahuan kekinian.

“Jika memang tidak bisa mengimbangi perkembangan itu, maka tetap akan kita bahagiakan dengan berdialog, maunya bagaimana. Karena menurut saya, para pejabat itu pasti orang-orang terbaik karena bisa jadi ASN dan menjadi pejabat struktural. Pasti orang pilihan. Harusnya mampu. Semua akan kita bahagiakan. Jadi jangan takut walikota berganti, takut dirolling. Jangan khawatir, akan kita fasilitasi dan bekerjalah dengan baik dan menjaga netralitas,” jelasnya.

Tidak lupa Mufti juga mengaku siap membahagiakan teman-teman pers. Hal ini dilakukan karena pers merupakan peran penting, dua langkah di depan pemerintahan. Jadi harus diperhatikan dan dibahagiakan.

“Sebagai pilar keempat demokrasi, pers akan kita perhatikan dan dibahagiakan. Baik yang memilih saya, maupun yang tidak. Jadi kita tidak memandang golongan tertentu,” ucapnya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *