Orang Tua Korban Tenggelam dan PBHI Laporkan Rumah Sakit Islam ke Polisi

SigerNews.com METRO – Abid Bisara, orangtua Zhairah korban tenggelam, didampingi PBHI Wilayah Lampung (Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia) melaporkan RSU Islam atas dugaan penolakan pasien gawat darurat yang dialami anaknya ke Polres Kota Metro, Selasa (13/10/2020).

Abid mengambil langkah hukum setelah pihak RSU Islam tidak meminta maaf dan berupaya membenahi manajemen pelayanan.

“Saya dan kuasa hukum memutuskan untuk melaporkan pihak rumah sakit Islam atas penolakan penanganan medis anak saya, setelah pihak rumah sakit tidak mengakui dan meminta maaf atas penolakan tersebut dan tidak menindak SDM yang lalai” katanya.

Kuasa hukum PBHI, Ardat Putra Kesuma, melaporkan RSU dengan dugaan pelanggaran UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009, pasal 190 ayat 1, pasal 32 ayat 2, dan pasal 85 ayat 2.

“Kami melaporkan RSU Islam atas dugaan penolakan pasien gawat darurat sehingga pasien tidak mendapat pelayanan dan meninggal dunia, sesuai dengan UU Kesehatan No 36 Tahun 2009 pelanggar dapat dipidana dengan hukuman 2 tahun, dan 10 tahun kalau menyebabkan kematian” jelasnya.

Zhairah diketahui mengalami penolakan CPR dari RSU Islam saat diantar warga untuk mendapat pertolongan medis pada Minggu (04/10) lalu. Korban yang kritis akibat tenggelam kemudian dibawa warga menuju RSUD A.Yani. Sayang, Zhairah akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah tiba di RSUD A.Yani

Nalom (20) warga yang membawa Zhairah ke RSU Islam mengatakan pihak rumah sakit menolak bantuan karena tidak ada dokter jaga di hari minggu. “Mereka bilang hari Minggu libur dan tidak ada pelayanan medis” katanya.

Karena khawatir dengan kondisi Zhairah akhirnya Nalom bergegas membawa korban ke RSU A. Yani menggunakan mobil pribadinya dengan Tariana (25).

Tariana mengungkapkan saat di dalam mobil, Zhairah masih bergerak dan bernafas. “Saya pangku kepalanya saat itu dia masih bergerak dan bernafas” ungkap Tariana.

Sementara, kepada awak media Direktur RSU Islam mengatakan mereka tidak menolak pasien. Saat korban dibawa ke RSU Islam ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sedang mengalami sterilisasi.

“Kami bukan menolak, saat itu sedang ada sterilisasi ruangan IGD karena salah satu tenaga medis kami ada yang hasil pemeriksaannya postif Covid19” katanya kepada awak media pada Senin (05/10) lalu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *