Penerima Bantuan Bedah Rumah Keluhkan Harga Material Program Bantuan Stimulan

SigerNews.com TUBA – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah yang digulirkan pemerintah pusat melalui Kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat tahun 2020 di Kabupaten Tulang bawang menuai polemik.

Diduga Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Program Bedah Rumah yang berjumlah 300 rumah, 100 rumah yang bersumber dari APBD dan 200 rumah yang bersumber dari APBN disinyalir ada permainan harga satuan barang material dalam Pelaksanaannya sehingga merugikan pihak penerima bantuan.

Salah seorang penerima bantuan mengatakan, masyarakat pernah di kumpulkan di kelurahan untuk musyawarah harga barang, tetapi pada saat itu, team fasilitator sudah membawa list harga satuan barang matrial yang jauh diatas harga pasaran, bahkan pada saat itu ada masyarakat yang protes karena harga satuan yang tinggi tetapi mereka tidak memperdulikannya.

“Kami pernah musyawarah di kelurahan, tapi waktu itu team fasilitator sudah bawa List harga satuan barang, waktu itu ada yang protes karena harga satuan jauh diatas harga pasaran, tetap mereka tidak perduli.” ucap salah seorang penerima inisial J’.

Bahkan ia mengatakan dirinya diminta untuk menyusun rencana anggaran belanja (RAB) dengan mengikuti harga satuan yang telah ditetapkan oleh tenaga fasilitator lapangan (TFL).

“Semestinya dengan dana itu bisa mendapat bahan bangunan yang cukup jika mengacu pada harga pasar. Akan tetapi, dengan mengikuti harga yang telah ditetapkan itu bahan bangunan yang didapat lebih sedikit. sehingga, menjadi beban kami mencukupi kekurangan material”,ucapnya.

Diketahui, satuan harga yang ditetapkan oleh TFL yang menjadi polemik dikalangan penerima bantuan dan dipakai sebagai acuan dalam menyusun RAB adalah :
Pasir seharga Rp. 200.000,- per kubik
Batu bata seharga Rp. 700,- per buah
Semen seharga Rp. 60.000,- per zak
Paku seharga Rp. 20.000,- per kilo gram (kg)
Besi 10 seharga Rp. 85.000,- per batang dll.

Dugaan ini diperkuat oleh penelusuran Tim awak media di toko bernama Jon yang ditunjuk langsung oleh Dinas terkait dan (TFL) yang berdomisili kampung Tua Blok C.

Saat di konfirmasi terkait harga satuan bahan material, ia menjelaskan harga satuan itu sesuai harga Lis yang mereka berikan.

“Aku di suruh jalankan ya aku jalani, harga semen 60.000, batu bata 700 dll, tapi aku jual jauh lah di bawah itu semiring miringnya hahaha yg penting orangnya jangan miring kalo miring bahaya, hahhaha,, itu kerjaan kelompok atau permainan orang itu saya gak tau,, data yang di mainkan sayakan tidak tau, hahhaha… harga yang mereka kasih sesuai dengan Lis yang mereka kasihkan sama aku, dana masuk rekening kita, udah itu dibagikan duluan dgn orang itu, itu yang saya bilang di peras sama orang itu, kalo aku tau duluan dari awal aku gak mau, ya minta bagi lah dgn orang itu sama si Hapis, si Robi, ambril, hahhaha…”, Ucapnya sambil tertawa.

Saat di konfirmasi ke dinas terkait kabid yang membidanginya tidak berada di kantor. (rama/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *