Keluhkan Pelayanan, Penghuni LKS Bhakti Mulya Metro Mendapat Perlakuan Tak Wajar

SigerNews.com METRO – Miris, perlakuan tidak menyenangkan dialami penghuni Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Bhakti Mulya yang ada RT 36/ RW 56, Kelurahan Yosomulyo, Metro Pusat.

Hal tersebut dialami Firman (36) dan Suharti (67) penghuni LKS yang diketahui milik Lukman Mantan Walikota Metro periode lalu.

Menurut Firman, perlakuan tidak menyenangkan yang dialaminya dilakukan oleh sesama penghuni. Dari hal ini, keributan pernah terjadi dan dirinya mengaku menerima kekerasan fisik oleh penghuni yang bernama Anto.

“Awalnya saya bisa masuk sebagai penghuni LKS karena ada tawaran dan setelah saya survei bersama dengan ibu yang memang sudah sepuh. Dari survei itu dan memamg tempatnya layak kami putuskan untuk tinggal disana. Awalnya kami dapat perlakuan yang baik, tapi beberapa bulan terakhir perlakuan yang tidak menyenangkan mulai kami alami. Baik dari pengelolah LKS dan penghuni yang lainnya,” kata Firman ketika menceritakan kejadian yang dialaminya kepada awak media, Senin (31/08).

Setelah mengalami hal itu, dirinya merasa tidak nyaman dan ada rasa takut untuk tinggal di LKS yang di kenal sebagai panti jompo ini.

“Selain pernah ditampar, saya pernah juga d000isiram dengan cat oleh Anto. Dan pengelolah panti juga tahu. Tapi diam saja. Ada perlakuan yang berbeda kayaknya dari pengelolah panti ke pak Anto dengan penghuni lainnya. Pak Anto ini seperti RT nya panti yang bisa berbuat semaunya,” terangnya.

Bahkan, selain perlakuan tidak menyenangkan tersebut. Firman juga mengeluhkan dengan pembagian bantuan yang diterima panti. Seperti bantuan-bantuan sembako dari dinas mau pihak lainnya.

“Waktu itu pernah ada bantuan selimut dari Kapolres Metro AKBP Retno Prihawati yang langsung diberikan kepada kami. Tapi setelah Kapolres pergi dari panti, selimut dari Kapolres diambil lagi oleh pengelolah panti,” tambahnya.

“Kami berharap hal ini segera ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian maupun pihak panti. Khususnya untuk pemilik panti. Agar orang orang seperti ini segera di suruh pergi dari panti. Sehingga nama baik panti bisa tetap terjaga an penghuni panti bisa nyaman untuk tinggal,” pungkasnya.

Berbeda dengan yang dialami Firman, warga panti lainnya yaitu Suharti (67) hanya mendapat perlakuan buruk terkait dengan kelayakan makanan yang diberikan kepadanya. Bahkan iya pun sempat menanggis ketika kue yang menjadi jatah milikinya ingin ditukarkan dengan bakwan yang masih ada di pengelolah.

“Kamu itu, kalau dikasih rejeki disukuri. Ini malah mau ditukar. Enggak bisa. Enggak bisa,” kata Suharti saat menirukan pengelolah panti saat kejadian tersebut berlangsung beberapa waktu lalu.

“Saya ini warga panti yang dititipkan Dinas Sosial mas. Awalnya saya dapat perlakuan yang baik. Makan tidak pernah terlambat dan yang di makan juga layak. Kesini-kesini saya hanya makan seadanya. Kadang nasi dan sayur kemarin masaknya. Itupun cuma ada sedikit,” katanya.

Sementara itu, Sri Rahayu pengelolah panti menapik kejadian yang dialami dua penghuni panti itu. Menurutnya pihak panti sudah memberikan perlakuan yang baik bagi penghuni panti.

“Bukan kekerasan ya. Tapi perkelahian. Dan itu sudah kami selesaikan secara musyawarah yang dihadiri kedua belah pihak, RT setempat dan dari pengelolah. Tapi memang tidak ada pihak dari kepolisian saat itu,” jelasnya.

Terkait bantuan yang diterima dan tidak dibagikan ke penghuni panti. Pihaknya mengaku takut adanya tindakan-tindakan yang tidak baik dari penghuni jika langsung dibagikan.

“Kalau langsung dibagikan, kami takut dijual lagi oleh penghuni. Walaupun itu belum pernah terjadi. Tapi semua bantuan kami kumpulkan di gudang dan tetap dibagikan seperlunya saja. Karena takut stok makanan kami tidak cukup,” tambahnya.

“Itu juga masih ada bantuan dari Kapolres
berupa sembako dan selimut yang kami simpan di gudang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *