Nasabah PT. PNM Menggala Keluhkan Petugas Penagih Pinjaman yang Tidak Dibekali Dengan Surat Keterangan Identitas Kerja

 

SigerNews.com TUBA – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) persero, menuai protes oleh sejumlah nasabah. Pasalnya, petugas yang melakukan penagihan kepada nasabah tidak dapat menunjukan identitas resmi atau surat tugas yang ditandatangani oleh kepala.cabang PT. PNM wilayah menggala, kelurahan menggala tengah, kabupaten Tulang Bawang.

Saat dikonfirmasi terkait legalitas perusahaan masuk dalam daftar atau diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepala cabang PT. PNM (Persero) Iluh melalui pesan WhatsApp mengatakan jika perusahaan yang iya pimpin merupakan perusahaan di bawah naungan BUMN, jadi tidak masuk dalam daftar atau pengawasan OJK.

“Tidak pak, kita dari BUMN dengan sistem mekaar, kami ada bukti keterangan kerja pak dan baru hari ini mendapat memo, “jelas Iluh, Rabu (8/4/2020).

Sementara, ditengah bencana Covid-19 Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengeluarkan kebijakan agar perusahaan perbankan baik BUMN maupun swasta,  untuk tidak  menggunakan jasa penagihan dan penundaan penagihan dan POJK nomor 11/POJK.03/2020.

Menanggapi hal tersebut Iluh mengatakan kebijakan pemerintah pusat itu memang belum sepenuhnya diterapkan, disisi lain karyawan dan perusaahasn harus tetap bekerja dan berjalan, namun dilarang untuk melakukan perkumpulan ataupun melaksanakan kegiatan yang mengundang kerumunan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Lebih lanjut, Meyza selaku wakil kepala cabang PNM Menggala melalui telpon selular mengatakan “kami kerja ini kan menjalankan tugas dari pemerintah langsung kalau dari atasan kami belum ada perintah untuk libur melakukan penarikan, “paparnya.

FY (40) warga kelurahan menggala tengah kepada awak media mengatakan, jika keadaan ekonomi sekarang sangat sulit karena dampak Covid-19 usaha tidak berjalan normal sehingga mengalami kesulitan membayar pinjaman mekaar.

“saya butuh keringanan dan penundaan waktu penagihan karena kami sekarang tidak punya uang kalo ditagih terus gini kami bingung gimana bayarnya” keluh FY pada petugas.

Hal senada juga dikeluhkan oleh nasabah lainnya inisial NV mengatakan pada petugas penagihan, “kok Bank Mekaar masih nagih ya kok tidak ada kebijakan dalam situasi seperti ini.” Ucapnya.(rama)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *