Oh Corona, Dampak Covid-19, Pedagang Pasar Metro Mengeluh Karena Sepi Pembeli

SigerNews.com METRO – Semenjak Pemerintah meliburkan kegiatan belajar mengajar disekolah-sekolah dan himbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas diluar rumah guna mencegah penularan virus corona, ternyata berdampak pada penurunan perekonomian masyarakat, seperti pantauan sigernews.com dibeberapa pusat perbelanjaan dan pasar tradisional di Kota Metro terlihat sepi dan lenggang, Selasa (24/03/2020).

Saat awak media sigernews.com melakukan peliputan di pasar tradisional Kopindo, dan Pasar tradisional Tejo Agung Kota Metro, terlihat sepi dari pengunjung dan membuat para pedagang pasar mengeluh dan merugi.

Pasar Kopindo Metro

Diantara para pedagang pasar yang diwawancarai sigernews.com , Supat (61) pedagang tradisional di pelataran pasar pagi Kopindo mengatakan, hampir sepekan ini pembeli sepi sejak adanya himbauan dari pemerintah tentang penularan virus corona.

“Aduh pusing mas, sejak kasus virus corona ini pembeli jadi sepi, orang-orang jadi takut keluar rumah, apalagi sejak pengumuman pemerintah agar masyarakat mengurangi aktivitas keluar rumah, Kalau begini terus kami bisa bangkrut mas”, ucap ibu Supat sembari merapihkan dagangannya.

Pasar Tejo Agung Metro Timur 

Hal serupa juga dikeluhkan salah satu pedagang pasar tradisional Tejo Agung Sugiyono (30), Kalau seminggu terus seperti ini, para pedagang akan bangkrut dan tidak bisa berjualan lagi.

“Kalau terus seperti ini kami bisa bangkrut mas, kami minta pemerintah cepat ambil tindakan sebelum masyarakatnya mati kelaparan”, kata Sugiyono.

Sutanto (39), pedagang klontongan dan sandal di blok Pasar Kopindo Metro mengatakan, kunjungan pembeli sepekan ini turun. Pasar semakin sepi karena takut corona.

” Semakin sepi, ya begini ini. Mungkin pada takut ke pasar karena Corona,” ungkap Sutanto saat ditemui sigernews.com di kiosnya, Selasa (24/3) siang.

Sutanto mengatakan, semakin sepinya pembeli membuat omset penjualan terus turun. Padahal kebutuhan hidup tiap hari harus dikeluarkan meskipun hanya untuk makan minum keluarganya.

Pedagang Sekitar Pasar Cendrawasih

Hal yang sama juga dikatakan Hesna Wati pedagang aksesoris di pelataran Pasar Cendrawasih Metro ini, merasakan adanya penurunan yang sangat drastis dari hari ke hari akibat wabah virus corona. Ia mengaku, sudah seminggu ini pembeli yang datang bisa dihitung pakai tangan. Padahal pasar ini selalu ramai pembeli dan pengunjung.

Bahkan, hari ini saja ia bilang tak kelihatan satu pun pengunjung yang datang. Hanya ada pedagang-pedagang saja yang masih berjualan. “Pengunjungnya sepi sekali sejak adanya virus corona,” Kata Hesna.

Ia juga bilang, biasanya ia bisa melayani sekitar 10-20 pembeli yang menghampiri toko aksesorisnya. Namun kali ini, 2-3 pembeli yang datang saja sudah sangat bersyukur. Sayangnya, ia tak merinci berapa penurunan omzet yang dirasakannya.

“Ya pokoknya drastis sekali lah. Hari ini sama sekali tidak ada pengunjung. Semoga kasus corona ini cepat selesai, sehingga perekonomian masyarakat terutama.aktifitas jual beli dapat kembali normal,” tukasnya.

Yanti Komalasari (39) warga Hadimulyo Barat yang sedang berbelanja sempat juga diwawancarai menuturkan, bahwa dirinya juga merasa takut untuk bepergian karena takut terkena penularan virus corona.

“Saya sebenarnya juga takut keluar rumah, makanya hari ini saya belanja kebutuhan hidup buat stok, ngeri juga sih bang masalah virus corona ini, mudah-mudah jangan sampai kita terkena virus mematikan ini”, tutur Yanti. (Ded)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *