Mahasiswa Ilmu Komputer FMIPA Unila, Rela Begadangan Demi Wujudkan Aplikasi Jiwamuku

SigerNews.com BANDAR LAMPUNG – Tiga mahasiswa Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung (Ikom FMIPA Unila) mengharumkan nama Lampung di kancah nasional.

Tiga sekawan tersebut di antaranya Sigit Tunggul Waskito, M Yunan Adiyaksatama dan Arnaldo Syahputra mahasiswa semester VII.

Melalui aplikasi bernama Jiwamuku ( Jiwa Munyai Jiwa Kuat) Unila mampu menempati juara kedua pada kejuaraan software engineering Kodig 2.0 yang digelar Universitas Mercubuana akhir tahun lalu.

Adapun dewan juri pada lomba Kodig.20 Mercubuana tersebut memang ketat dari pihak Gojek dan programmer pusat Bhineka.com.

Unila kalah dari Poliklinik Elektronika Surabaya yang menyebabet juara pertama dan juara ketiganya diraih oleh IPB.

Di kutip dari laman Tribun Lampung, Ketua kelompok Sigit Tunggul Waskito, Selasa (21/1/2020) menerangkan kalau tema yang diangkat dalam aplikasi ini terkait kesehatan jiwa.

Karena sejauh ini kesehatan jiwa bagi pasien jiwa di Provinsi Lampung belum terfasilitasi dengan baik. Makanya tergugah hati ini untuk mengembangkan aplikasi tersebut guna membantu agar pasien bisa menjalani terapi untuk kesembuhannya.

“Kita sangat miris melihat kondisi pasien banyak yang belum sembuh dan masih terperangkap dalam kondisi kejiwaannya,” katanya

Tidak mudah membuat aplikasi Jiwamuku, sejak Juni tahun lalu hingga Desember aplikasi ini dibuat. Berjibaku dengan rasa kantuk sudah biasa demi hasil yang memuaskan hingga akhirnya juara kedua didapatkan dari hasil begadangan.

Harus membagi mata kuliah yang lainnya, terkadang harus mengantuk saat dosen menerangkan didepan saat kuliah.

Aplikasi Jiwamuku yang dibuat ini mencoba untuk memudahkan petugas kesehatan bisa berkomunikasi dengan pasien diluar rumah sakit.


Aplikasi ini berbasis web untuk petugas kesehatan dan mobile untuk pasien dan keluarga. Tata cara penggunaan web ini pihak keluarga pasien ini akan melontarkan pertanyaan (screening) kepada pasien.

Dimana pertanyaan itu berkata kolaborasi dengan organisasi IPKJI (Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia) Lampung.

Ketika didapat hasilnya dari keluarga pasien yang melakukan pertanyaan kepada pasien setelah itu diupload kesistem web milik petugas kesehatan. Lalu petugas dan pihak keluarga akan terlihat kondisi pasien termasuk prilakunya tanpa melihat secara tatap muka.

Kemudian dari hasil itu petugas kesehatan dapat mengirim rekomendasi kepada keluarga pasien. Apakah pasien tersebut harus dilakukan treatment, apakah harus ke rumah sakit dan bisa dijemput.

“Dengan aplikasi ini memudahkan komunikasi pemantauan dari rumah sakit jiwa kepada pasien tanpa datang ke rumah sakit,” katanya

Fokus aplikasi ini sebenernya bukan terlalu kemasyarakat umum akan tetapi untuk pasien gangguan jiwa.

Mereka (pasien) pasca perawatan yang sudah dipulangkan kerumahnya. “Makanya masih didiskusikan perlu dirilis diplaystore atau engga,” katanya


Akan tetapi untuk dipublish sebenarnya sudah dari 17 Oktober 2019 dan itu baru publikasi terkait inovasi teknologi aplikasi jiwamukunya.

Belum dirilis aplikasi resminya, tetapi ada kemungkinan awal atau pertengahan Februrari mendatang akan dirilis playstore.

Kepala Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Unila Kurnia Muludi mengatakan kalau dijurusan ilkom ini memang dosen mudanya itu saling sharing ilmu kepada mahasiswa.

Laku mata kuliah juga tidak melulu terpatok kurikulum yang ada. Kalau ada teknologi baru maka diberikan kepada mahasiswa.

Ada tim pembimbing yang konsen terhadap prestasi mahasiswa. Semua dosen di ilkom ini juga memang sering mengadopsi teknologi baru.

Jadi mereka (mahasiswa) itu merasa interested dan mendaftar jika ada perlombaaan seperti yang baru didapatkan juara kedua di Universitas Mercubuana.

Lalu mahasiswa ini juga secara bergantian menelurkan ide kreatifnya kepada adik tingkat.

Mahasiswa ini saling melatih dan memang sumber kekuatan FMIPA Unila dan bisa kuat itu karena saling mendukung.

Termasuk juga mendatangkan pakar teknologi dari luar kampus Unila didudukan untuk mendengar ilmu apa yang bisa dishare. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *