Jambret yang Biasa Beraksi di Jembatan Terbanggi Besar Akhirnya Ditangkap Polisi

SigerNews.com LAMTENG – Aksi kriminal penjambretaan yang kerap menghantui warga yang melintasi jembatan kampung Terbanggi Besar akhirnya terungkap. Tim Unit Reskrim Polsek Terbanggi Besar berhasil membekuk seorang pelaku jambret yang sempat menghebohkan pada akhir tahun 2019 lalu.

Kapolsek Terbanggi Besar Akp Riki Ganjar Gumilar, S.Ik. Mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP I Made Rasma, S.Ik, M,Si mengungkapkan, timnya telah menangkap seorang tersangka pelaku penjambretan bernama Zainal Abidin (44), warga Tanjung Ratu Kec. Way Pengubuan Lampung Tengah. Rabu (01/01/2020) sore.

Lanjutnya, tersangka merupakan pelaku kriminal jambret yang terjadi pada tanggal 17 Desember 2019 lalu terhadap korban Areiza Intan Rozali (19) warga Tiuh Mulyo Asri Kec. Tulang Bawang Tengah Kab. Tulang Bawang Barat, kala itu korban tengah mengendarai sepeda motor bersama temannya di pepet oleh pelaku, kemudian pelaku menarik tas punggung warna pink milik korban,”ujar Kapolsek.

” Terjadi tarik menarik antara pelaku dan teman korban untuk menyelamatkan tas milik korban hingga akhirnya pelaku berhasil mengambil tas korban berikut isinya berupa 1 unit handphone android merk vivo type V7 warna hitam, Kartu ATM Bank BRI, KTP, Sim C, Sim A atas nama korban, dan 1 Buah Al Quran, Beberapa Stel Baju, kemudian STNK Sepeda Motor Honda Beat warna hitam No. Pol BE 3961 QN. Pelaku kemudian kabur ke arah Tanjung Ratu Way Pengubuan,” jelas Akp Riki Ganjar Gumilar.

Atas kejadian tersebut, lanjut Kapolsek pihaknya kemudian melakukan penyelidikan terhadap pelaku. Bermodal keterangan dari saksi terkait ciri-ciri kendaraan dan perawakan pelaku, akhirnya Tim Unit Reskrim berhasil mengendus keberadaan pelaku yang berlanjut pada penangkapan di persembunyiannya pada awal tahun baru 2020 ini.

Tersangka Zainal, langsung digelandang ke Mapolsek Terbanggi Besar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kini tersangka pun mendekam di sel dan dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” tegas Akp Riki Ganjar Gumilar, S.Ik. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *