Lapas Metro Razia Gabungan, Pastikan Keamanan Jelang Natal dan Tahun Baru

SigerNews.com METRO – Petugas gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polres Metro, Menemukan alat isap sabu alias bong dan 23 unit ponsel beserta charger, Saat menggelar razia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota setempat, Minggu siang (15/12/2019).

Kepala BNN Kota Metro Saut Siahaan mengatakan, personel gabungan dari BNN, Kepolisian serta petugas lapas,  dikerahkan untuk menyisir kamar para narapidana Lapas kelas IIA Metro. Selain mendapati barang elektronik, petugas menemukan alat isap sabu atau bong di blok khusus narapidana narkoba , kendati tidak ditemukan barang bukti sabu.

“Di kamar tahanan Blok A nomor 14 kita temukan alat hisap sabu dan berbagai macam jenis ponsel lengkap dengan chargernya, Meski petugas berhasil menemukan alat hisap sabu, petugas gabungan tidak menemukan narkoba jenis apapun saat razia berlangsung,” ujar Kepala BNN Metro.

Dari hasil temuan itu, Petugas BNN dan aparat kepolisian akan mengusut hingga tuntas, Penegak hukum akan bersikap tegas jika ada oknum petugas yang terlibat dalam peredaran barang terlarang di dalam lapas.

“Jadi kita minta pada pihak lapas untuk mengintensifkan pengawasan terhadap para napi penyalah guna narkoba dan keluarganya yang berkunjung,” terangnya.

Bahkan, BNN Kota Metro mengusulkan tes urine kepada penghuni blok khusus narapidana narkoba, terutama tahanan di kamar no 14 tempat ditemukan alat hisap sabu untuk mengetahui secara pasti siapa pemilik barang tersebut.

Menanggapi hasil razia itu, Kalapas kelas IIA Kota Metro Ismomo mengungkapkan, Secepatnya mencari tau pemilik alat hisap sabu dalam kamar narapidana tersebut.

“Terkait temuan itu akan secepatnya kita proses. Kita akan lakukan tes urine khusus narapidana di kamar nomor 14 dan akan kita ajukan ke sidang DPP, mereka akan kita masukan dalam sel karantina selama 6 sampai 12 hari, kemudian tidak kita berikan hak-hak nya sebagai warga binaan seperti remisi ataupun usulan pembebasan bersyarat,” cetusnya.

Selain itu, Sanksi tegas akan dijatuhkan kepada oknum petugas lapas jika diketahui bermain dan memfasilitasi keperluan narapidana yang melakukan pelanggaran.

“Kemungkinannya banyak sekali, bisa saja dari pengunjung dan mungkin pemeriksaan kami kurang maksimal. Bisa juga kemungkinan dari oknum pegawai juga bisa saja terjadi. Dan jika terbukti tentu ini akan kita tindaklanjuti, oknumnya akan kita berisanksi,” imbuh Kalapas Kelas IIA Metro.

Ismono juga menjelaska razia gabungan ini salah satu perintah khusus Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan.

“Ini merupakan razia rutin, dan kebetulan razia hari ini khusus karena perintah dari ibu ditjen pemasyarakatan yang serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Razia ini dalam rangka pengamanan menjelang Natal serta Tahun Baru dengan sasaran benda elektronik seperti handphone, dan barang-barang terlarang jenis narkoba hingga senjata tajam lainnya,” tutupnya. (Ded)


   	

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *